Senin, 21 Mei 2012
Senin, 05 Maret 2012
Command Line Intepretter (CLI) pada Linux Ubuntu
Posted by Desi nur abidin
On 20.15
Perintah Dasar Linux Ubuntu
Seiring makin berkembangnya Linux, saat ini program Linux dengan tampilan yang mendukung GUI (Graphical User Interface) makin banyak. Dengan GUI (Graphical User Interface) sehingga pengguna semakin dipermudah dalam mengoperasikan. Konsekuensi dari penggunaan GUI di Linux adalah memperberat kerja sistem terutama komputer dengan spesifikasi yang minimum jadul.
Mekipun GUI sudah banyak beredar, perintah-perintah melalui terminal linux penggunaannya terkadang tidak bisa kita hindari. Dalam beberapa kasus penggunaan terminal linux sangat mutlak. Hal inilah yang mendorong bagi kita untuk mengenal perintah-perintah dasar di terminal linux.
Sebagai permulaan, berikut ini adalah beberapa perintah-perintah dasar yang biasa digunakan di Linux, antara lain:
man
Perintah ini biasa digunakan untuk menampilkan halaman manual atau help dari suatu perintah. Format penulisannya man , perintah man sangat menolong kita untuk berjalan-jalan di teminal linux ini.
Contoh man man akan menampilkan halaman manual dari man.
pwd
Merupakan kependekan dari present working direktori, digunakan untuk melihat path lengkap dari direktori yang sedang aktif saat ini.
ls
Perintah ini digunakan untuk melihat isi suatu direktori. Penggunannya ls /path, path bisa berupa alamat mutlak atau relatif, jika digunakan tanpa argumen /path akan menampilkan isi direktori saat ini.
mkdir
Sesuai dengan namanya yang merupakan kependekan dari make directory, perintah ini digunakan untuk membuat direktori. Biasa dijalankan dengan menuliskan mkdir /path, jika argumen /path bukan merupakan alamat mutlak maka direktori yang dibuat akan relatif terhadap direktori saat ini. Contoh mkdir /home/userkamu/coba akan menghasilkan direktori coba di direktori home user userkamu.
cd
Namanya terinspirasi dari change directory, digunakan untuk berpindah dari satu direktori ke direktori lainnya. Argumen yang biasa digunakan adalah alamat suatu direktori, baik relatif maupun mutlak. Jika digunakan tanpa argumen ia akan memanggil direktori $HOME. Contoh cd /etc/X11 akan memindahkan direktori yang aktif ke /etc/X11. Ada dua argumen istimewa untuk perintah ini yaitu . dan .. karena cd . akan memanggil direktori itu sendiri dan cd .. akan berpindah ke direktori di atasnya (naik satu tingkat).
rmdir
Nama aslinya adalah remove directory, digunakan untuk menghapus direktori. Namun ia hanya akan menghapus direktori yang kosong. Seperti saudaranya yang lain ia bisa digunakan dengan format rmdir /path.
mv
mv /path/asal /path/tujuan akan memindahkan suatu berkas atau direktori dari path asal ke tujuan. Bisa juga digunakan untuk mengganti nama suatu berkas, dengan syarat /path harus sama.
cp
Untuk menyalin suatu berkas dari path asal ke path tujuan jalankan perintah cp /path/asal /path/tujuan. Berbeda dengan mv yang akan memusnahkan asalnya, cp akan mempertahankannya sehingga akan dihasilkan dua berkas yang sama.
rm
Berasal dari kata remove, digunakan untuk menghapus suatu berkas dengan perintah rm /nama/berkas, bisa juga digunakan untuk menghapus direktori yang tidak kosong dengan menyertakan opsi -rf.
du
Diambil dari disk usage, digunakan untuk mengestimasi pemakaian ruang disk, data akan ditampilkan per berkas. Jika digunakan tanpa argumen akan menampilkan pemakaian ruang disk pada direktori aktif. Format penulisannya du /path/target. Gunakan opsi -h untuk menampilkan hasil yang lebih mudah dibaca.
df
Disk free, digunakan untuk melihat kapasitas disk yang masih kosong/bebas. Gunakan opsi -h jika ingin hasil yang lebih enak dipandang.
clear
Self titled, digunakan untuk membersihkan terminal (layar).
ps
Menampilkan informasi tentang proses yang sedang aktif/berjalan di sistem. Ada banyak opsi yang bisa diberikan pada perintah ini, salau satunya adalah aux yang akan menampilkan seluruh proses dalam sistem.
top
Hampir sama dengan ps hanya saja top akan menampilkan informasi yang selalu up to date dan bersifat dinamis.
cat
Berasal dari kata concatenate, digunakan untuk menampilkan isi dari suatu berkas ke keluaran standar (biasanya layar monitor). Dijalankan dengan mengetikkan cat /nama/berkas.
echo
Biasa digunakan untuk menampilkan string/karakter di layar monitor, namun bisa juga digunakan untuk membuat file dengan memanfaatkan output redirection.
Perintah-perintah di atas hanyalah beberapa diantara perintah yang sangat kompleks yang terdapat di dunia Linux. Begitu pula penjelasan, argumen, dan opsi yang dijelaskan hanyalah sekelumit dari puluhan bahkan sampai ratusan argumen dan opsi untuk setiap perintah. Cara termudah untuk mendapatkan penjelasan tentang suatu perintah adalah membuka halaman manualnya.
Senin, 19 Desember 2011
perakitan PC
Posted by Desi nur abidin
On 17.27
Langkah-Langkah :
Sebelum merakit sebuah PC pastikan peralatan yang dibutuhkan sudah tersedia, Peralatan yang dibutuhkan adalah sebagai berikut : Obeng, tang, AVO meter
(bila ada) .
(bila ada) .
Solder ataupun AVOmeter jarang dipakai apabila yang mempergunakan komponen yang masiih baik . pengukuran arus dan tegangan listrik hanya dilakukan apabila komponen yang dipergunakan adalah komponen bekas yang ada tidak mengetahui apakah masih baik atau tidak . sebaiknya tidak menggunakan AVO meter pada motherboard apabila motherboard masih baik , karna kita tidak tau titik titik mana yang merupakan titik ukur .
Kecerobohan dalam hal ini bisa menimbulkan akibat fatal . apabila kita mempergunakan komponen baru , kita tidak perlu melakukan tegangan arus dengan menggunakan AVO meter . AVOmeteer mungkin perlu dipergunakan hanya untuk mengetahui tegangan listrik dijala jala listrik rumah kita saja .
Selanjutnya untuk merakit computer personal kita dapat mengikuti langkah langkah tersebut :
1 . persiapkan peralatan dan buku manual dari masing masing komponen pc . lalu
Ambil obeng lalu lepas baut dari CPU , lalu buka casing pada cpu dengan cara ditarik menggunakan tangan kita ( bila baut sudah terlepas )
2 . pasanglah processor pada tempatnya ( soketnya ) perhatikan tanda pada processor harus ditempatkan sesuai dengan tanda yang ada pada soket tersebut ( tidak boleh terbalik ). Kuncilah tangkai pengunci yang biasanya terdapat disisi soket processor. Perhatikan kode titik atau sisi processor dengan bentuk miring merupakan petunjuk agar bagian processor itu dipasang pada bagian slot yang memiliki tanda sama.
3 . pasang memori RAM pada tempatnya dengan baik , perhatikan sudut memori RAM yang biasaya terlekuk , harus ditempatkan pada tempatnya secara hati-hati. Apabila memasang memori RAM terbalik, maka memori akan sulit dimasukan. Pada jenis memori SDRAM, dudukan memori di motherboard memiliki pengunci yang akan bergerak mengunci bersamaan dengan masuknya memori didalamnya.
4 . Masukan motherboard ke dalam cashing (kotak computer), kaitkanlah pengait plastik yang biasa disediakan oleh pabrik cashing, kedalam lubang yang terdapat pada motherboard. Pada sudut yang memungkinkan untuk menepatkan baut , bautlah motherboard pada casing untuk menghindarkan terjadinya pergeseran motherboard pada waktu memindah – mindahkan CPU. Sebaiknya berhati hati memasang motherboard pada casing , karna bentuknya tipis kecil dan memiliki ranhgkaian elektronik yang rumit .
5 . Pasanglah kabel khusus catu daya motherboard yang ada pada power supply ( biasanya dituliskan P8 dan P9 ), kabel bewarna hitam dari kedua konektor harus dipasang berdampingan. Apabila yang dipergunakan jenis motherboard jenis ATX, pasanglah kabel power khusus tersebut pada slot power khusus ATX yang terdapat pada motherboard tersebut.
6 . Pasanglah hard disk, floppy drive pada tempat yang telah tersedia dalam cashing CPU, kencangkan dudukannya dengan baut secara hati-hati. Bila ada CD ROM drive, pasangkan pula alat ini secara hati-hati dan dikencangkan dengan baut. Perlu diperhatikan untuk CD ROM dan hard disk jumper berpasang dengan benar karena akan mengidentifikasikan sebagai master atau slave, karena jika salah hard disk atau CD ROM tidak akan terdeteksi .
7 . sambungkan kabel dari power supply ke slot power yang terdapat di hard disk, flopy drive dan CD ROM drive. Perhatikan sudut konektor plastikya pada kabel tersebut biasanya sudah dirancangkan pas sesuai dengan dudukan yang terdapat pada hard disk, flopy drive atau CD ROM drive. Bila memasang konektor terbalik, maka pada saat memasukkan konektor tersebut akan terasa sedikit sulit. Segeralah cabut konektornya dan masukkan kembali pada posisi yang tepat.
8 . Sambungkan kabel pita ( kabel data ) pada dudukan hard disk, flopy drive dan CD ROM drive. Kabel ini berfungsi untuk menghubungkan peralatan tersebut ke motherboard. Perhatikan sisi kabel berwarna merah harus ditempatkan pada kaki nomor satu ( lihat keterangan yang dituliskan pada hard disk ataupun CD ROM drive ). Bila terbalik memasangnya computer tidak akan bekerja baik dan akan merusakan peralatan-peralatan tersebut. Kabel yang terpasang ke flopy drive lebih sempit bila dibandingkan kabel penghubung hard disk ataupun CD ROM disk. Kabel penghubung hard disk dan CD ROM drive sama ukurannya. Untuk kabel pita strip merah pada pinggir kabel menandakan nomor satu.
9 . Sambungkan kabel dari posisi flopy drive ke slot untuk flopy drive, demikian pula sambungkan kabel dari hard disk ke slot IDE nomor 1, dan kabel dari CD ROM ke slot IDE nomor 2. Perhatikan juga agar sisi kabel bewarna merah harus menempati kaki nomor satu pada tiap slot.
10 . Pasanglah VGA card pada slotnya, bila memiliki card dari jenis ISA, harus menempatkan card tersebut pada ISA slot bus di motherboard. Bila memiliki card VGA jenis PCI, harus pasangkan card tersebut pada slot bus PCI di motherboard. Tetapi jika VGA berupa VGA onboard, tinggal mengatur BIOS.
11 . Pasang expansion card tambahan pada PCI maupun ISA. Expansion card dapat berupa LAN card sound card, TV tunner card video capture dan lain-lain. Setelah itu kencangkan dengan baut dengan cashing PC.
12 . Hubungkan konektor kabel penghubung tombol “Reset” ke pin “Reset” yang terdapat pada motherboard. Hubungkan pula konektor kabel penghubung speaker ke pin bertuliskan speaker yang ada pada motherboard. Sering ditulis dengan kode LS. Beberapa cashing telah dilengkapi pula kabel lampu indicator berikut kabel penghubungnya lengkap dengan konektornya agar perakit computer tinggal menghubungkan saja ke motherboard.
13 . Pasanglah kabel data dari monitor ke slot yang terdapat di card VGA, perhatikan konektornya memiliki tiga deretan kaki yang tersusun rapi, dengan konektor yang berbentuk trapezium.
14 . Pasangkan konektor keyboard ke slot keyboard yang terdapat dalam motherboard. Dan perangkat yang lain.
15 . Pasangkan kabel listrik ( power ) dari layar monitor ke slot power yang terdapat dibelakang power supply yang telah terpasang pada cashing CPU. Bila konektornya tidak cocok, dapat memasang kabel listrik tersebut pada jala-jala listrik rumah. Akan membutuhkan T konektor untuk membagi listrik ke monitor dan CPU yang drrakit. Pasangkan kabel listrik untuk CPU ke slot yang terdapat pada power supply dibagian belakang cashing CPU.
Sekarang kelompok kami telah berhasil merakit sebuah Personal Komputer, tetapi komputer tersebut belum bisa dipergunakan. Progam BIOS masih harus di atur, dan memasang ( menginstal ) program system operasi dan program aplikasi kedalam hard disknya.
Perhatikan posisi “jumper” jangan ada yang salah, demikian pula processor dan RAM serta kabel-kabel penghubung hard disk, flopy disk dan CD ROM drive. Setelah yakin benar dan sudah sesuai dengan keterangan yang tercantum dalam manual pabrik dari setiap peralatan tadi. Kita bisa melakukan pengaturan program BIOS.

















